By Kukuh Wira K  Article Published 25 January 2015
 

dot bayi

Apa saja kerugian menggunakan dot bayi?

Dot bayi merupakan salah satu benda yang tak dapat terlepas dari setiap anak. Setelah pemberian ASI eksklusif, penggantian minuman bergizi lain, yaitu susu formula, selalu dibantu oleh dot. Dengan banyak model dan keunggulan, ternyata pemakaian dot yang terlalu lama dapat mengakibatkan bahaya tersendiri pada bentuk gigi bayi. Salah satunya adalah gigi tonggos.

Gigi tonggos adalah salah satu bentuk kelainan gigi dimana rahang dan gigi menonjol kedepan. Meskipun tidak terlalu bermasalah dalam proses pencernaan, gigi tonggos dapat mempengaruhi penampilan anak saat besar nanti. Meskipun saat ini gigi tonggos dapat diatas dengan pemakaian kawat gigi, namun tidak ada salahnya para orangtua mulai memperhatikan hal ini.

Dot bayi dapat menyebabkan gigi tonggos karena proses pengisapan pada dot yang berbeda dengan ASI yang langsung didapat dari payudara ibu. Proses menyusu bayi langsung pada payudara merupakan proses alami yang dilakukan oleh bayi. Mulut bayi akan mengisap secara sempurna untuk mendapatkan air susu. Sehingga jika mereka diam, air susu tidak akan keluar. Berbeda dengan isapan langsung bayi pada payudara ibu, lubang pada dot akan terus mengeluarkan air susu meskipun tanpa dihisap. Akibatnya lidah bayi akan reflek mengesuaikan aliran air susu yang keluar dengan lidahnya untuk menghindari tersedak. Proses penekanan air susu dengan lidah ini mengarahkan tekanan ke atas depan pada gigi dan rahang. Lama kelamaan hal ini akan mengakibatkan desakan pada rahang dan gigi  atas untuk maju kedepan dan disebutlah dengan gigi tonggos.

Perdebatan atas penggunaan dot memang menjadi hal seru untuk diperbincangkan. Hal tersebut dikarenakan dot disamping efek negatifnya juga memiliki fungsi yang sangat bermanfaat. Pada beberapa keadaan, dot ternyata mampu  memberikan efek menenangkan pada bayi dan anak dibandingkan payudara. Selain itu, dot juga membantu para ibu yang memiliki kesulitan untuk mengeluarka ASI nya. Belum lagi bagi para wanita karir, penggunaan dot baik untuk ASI ataupun susu formula akan sangat membantu. Maka dari itu, besikap bijak dalam penggunaan dot merupakan jalan yang paling memungkinkan untuk dilakukan.

Bagaimana cara yang tepat menggunakan dot bayi?

Bijak dalam menggunakan dot bayi berarti mengatur kapan saat yang tepat untuk anak menggunakan dot serta barang lain yang sejenis dan kapan saat yang tepat untuk menghentikan penggunaan dot.

Pertama, batasi penggunaan dot bayi secara bertahap pada anak di umur 7-12 bulan. Hal ini dikarenakan pada umur tersebut, fase oral pada anak telah menghilang. Jika orangtua merasa terbebani dengan candu anak pada dot, berikan mereka mainan teether yang telah didinginkan terlebih dahulu sehingga mereka dapat melupakan dot. Selain mengalihkan mereka pada teether, orang tua juga dapat mengajak mereka bermain untuk mengalihkan perhatiannya dari dot.

Jika masih terdapat gangguan sebelum tidur seperti anak tidak dapat tidur jika tidak ada dot, cobalah untuk menggunakannya hanya sampai anak tertidur dan segera lepas setelah mereka terlelap. Hal ini akan menghindarkan mereka dari dampak buruk lainnya seperti gigi karies dan kecanduan yang lebih parah. Tidak menganggap wajar penggunaan dot juga hal yang perlu dilakukan sehingga jika anak menangis cobalah solusi lainnya untuk menenangkan seperti memberikan mainan lucu, mengusap punggung mereka, dan lain sebagainya.

Melepas ketergantungan terhadap dot bayi memang bukanlah hal mudah, namun mencobanya untuk keadaan yang lebih baik juga bukan merupakan hal buruk. Dot tidak mengakibatkan masalah jika menggunakannya secara bijak dan pada saat yang tepat. Karena dot yang berbahaya adalah jika dipakai terlalu lama dan terlalu sering.

 

Produk terkait yang terdapat di Niceforkids :

botol susu pigeon sikat botol susu bayi steril botol training cup
Botol Susu Sikat Botol Susu Steril Botol Training Cup

 



Related Article