By   Article Published 17 September 2014
 
 
Anda harus membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum menyentuh makanan. Sebab, kita tak pernah tahu berapa banyak bakteri yang ada di barang dan tempat-tempat umum. Misalnya toilet, tangga, bahkan uang kertas sekalipun.
 
Uang merupakan  dimana bakteri dapat hidup selama beberapa waktu. Uang kertas yang terburuk. Bakteri dapat hidup selama beberapa jam dalam uang koin. Uang paling banyak disentuh oleh ratusan atau ribuan orang. Uang bisa menjadi rumah bakteri.

Tangan manusia adalah tempat favorit mereka. Kita menggunakan tangan untuk menyentuh segala sesuatu. Berjabat tangan, menyentuh uang, menutup mulut saat batuk atau bersin. Ratusan jenis bakteri berada di tangan orang sepanjang waktu. Pencegahan yang paling penting untuk penyebaran bakteri adalah dengan mencuci tangan Anda. Gunakan sabun dengan air hangat, busa yang sehat, dan gosok dengan kuat.

Sabun anti bakteri tidak membantu jika Anda tidak mencuci tangan dengan baik. Bahkan, penyalahgunaan sabun antibakteri dapat membuat mikroba ini kuat. Bahkan, American Medical Association and Administration of Food and Medicine mempertanyakan penggunaan efektivitas sabun antibakteri terhadap penyebaran infeksi dan berteori bahwa penyalahgunaan tersebut akan membuat bakteri bermutasi di masa depan.

Dalam studi komprehensif asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid/DNA) pertama pada uang kertas dolar, peneliti Dirty Money Project dari New York University (NYU) menemukan bahwa uang merupakan media pertukaran ratusan jenis bakteri. Hal ini karena uang berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya.
Para peneliti dari NYU menganalisis material genetik pada lembaran US$1. Hasilnya ditemukan 3.000 jenis bakteri. Lebih banyak ketimbang penelitian sebelumnya yang melakukan pemeriksaan sampel dengan mikroskop.

Meski demikian, para peneliti hanya bisa mengidentifikasi 20 persen non-human DNA karena begitu banyak mikroorganisme yang belum masuk dalam bank data genetik.

Namun, spesies yang paling banyak ditemukan adalah bakteri yang salah satunya menyebabkan jerawat. Selain itu, ditemukan pula bakteri yang terkait ulkus lambung, pneumonia, keracunan makanan, dan infeksi Staph. Bahkan, beberapa gen bertanggung jawab membawa resistensi antibiotik.

"Hasil penemuan ini cukup mengejutkan bagi kami," kata Jane Carlton dari Center fo Genomics and Systems Biology di NYU seperti dilansir laman Foxnews. "Kami benar-benar menemukan bahwa mikroba tumbuh pada uang."

Penelitian ini menunjukkan bahwa uang kotor adalah masalah internasional, dari rupee maupun euro. Uang kertas merupakan benda yang paling banyak dijumpai di dunia. Jika tak higienis, penyebaran bakteri dikhawatirkan akan semakin kompleks. VIVAlife.


Related Article