By   Article Published 13 August 2015
 
Keadaan pencernaan seseorang menjadi suatu hal yang penting diperhatikan. Hal ini dikarenakan banyak sekali gangguan kesehatan yang berasal dari proses pencernaan yang terganggu fungsinya. Sedangkan kondisi pencernaan sendiri bisa dilihat bagaimana lancarnya kebiasaan buang airnya. Begitu pun pada anak-anak yang pada dasarnya masih belum mengerti bagaimana kondisi tubuh mereka.
 
 
Keadaan normal pada anak adalah tidak susah buang air besar, sehingga orang tua perlu memperhatikan dan mengecek kesehatannya lebih lanjut jika si kecil mengalami gangguan dalam buang air besar yang bisa jadi menjadi indikator atau tanda permasalahan dalam pencernaannya. Apalagi ketika sebelumnya mereka tidak pernah mengalami susah BAB, namun kemudian terjadi perubahan frekuensi yang menjadi lebih jarang, atau fesesnya lebih keras, perlu dicurigai adanya konstipasi atau sembelit.

Apa saja penyebab bayi susah bab?

Terdapat beberapa hal ini perlu diperhatikan yang biasanya bisa menjadi menyebab anak atau bayi susah buang air besar, salah satunya kebiasaan menahan keinginan BAB. Hal ini bisa terjadi karena anak enggan buang air besar di tempat tertentu. Hal ini bisa terjadi karena toilet training-nya yang belum lancar atau karena pengalaman buruk seperti nyeri ketika BAB sebelumnya.
 
training pants nifo
Training Pant
ring closet
Potty Seat
Sembelit pada bayi juga bisa disebabkan karena kurangnya asupan makanan berserat. Serat dalam makanan mempermudah pergerakan makanan ketika dicerna oleh usus dan menyerap air ke dalam makanan, sehingga buang air menjadi lebih mudah bagi tubuh.

Kekurangan air juga bisa menjadi penyebab si kecil susah buang air besar. Kondisi ini menyebabkan tubuh menyerap air lebih banyak dari makanan bahkan dari produk sisa hasil pencernaan. Akibatnya feses menjadi keras, kering, dan sulit untuk dikeluarkan.

Kurang bergerak menjadi penyebab selanjutnya kenapa bayi susah BAB. Hal ini dikarenakan pergerakan tubuh turut membantu melancarkan proses pencernaan, sehingga bila anak jarang beraktivitas, saluran pencernaannya dapat ikut terganggu.

Penyebab lain bayi susah bab adalah karena adanya gangguan kesehatan seperti intoleransi laktosa, diabetes, fibrosis kistik (suatu penyakit keturunan yang menyebabkan kelainan pada sel penghasil lendir tubuh, sehingga mempengaruhi saluran pencernaan dan paru-paru), dan hipotiroidisme (kurangnya produksi kelenjar tiroid) juga dapat menimbulkan gejala seperti konstipasi 

Apa yang harus dilakukan saat bayi susah BAB?

Ketika si kecil mengalami gangguan dalam buang air, bunda dapat menerapkan beberapa hal untuk memperbaiki pencernaan anak, serta mencegah timbulnya konstipasi di kemudian hari.

Hal pertama adalah dengan memberikan banyak konsumsi makanan yang tinggi serat, seperti sayur dan buah. Bila mereka sering mengalami konstipasi, batasilah konsumsi makanan rendah serat, seperti daging, makanan cepat saji, dan produk susu seperti keju.

Bunda juga bisa memperbanyak konsumsi cairan untuk “membilas” saluran cerna. Cairan terebut dapat berupa air mineral. Selain itu membiasakan anak mempunyai jadwal buang air besar juga bisa dijadikan solusi. Anjurkan anak untuk membiasakan diri buang air besar pada pagi hari dan setelah makan. Bunda juga bisa membantu dengan obat untuk melunakkan dan melancarkan pencernaan. Obat jenis ini hanya dapat diberikan atas anjuran dan resep dokter

Apabila si kecil tetap menalami masalah BAB setelah menerapkan kiat-kiat di atas, terdapat gejala seperti penurunan berat badan, BAB berdarah, atau tidak ada nafsu makan, segera konsultasikan ke dokter anak untuk penanganan lebih lanjut.


Related Article