By   Article Published 05 August 2015
 
Anak kecil yang terlihat gemuk memang sangat menggemaskan dan menjadi lebih menonjol dibandingkan dengan yang lainnya. Namun, tahukah bunda bahwa ketika si kecil sudah berada di batas berat badannya banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk mengontrol makanannya.
 
Prinsip menangani anak yang memiliki berat badan berlebih tampak sederhana, yakni mengurangi makanan tidak sehat dan meningkatkan aktivitas fisik. Namun pada praktiknya, memperbaiki berat badan anak dapat berlangsung dalam waktu yang lama dan membuat orangtua frustrasi. Oleh karena itu, dibutuhkan metode yang efisien dan ketekunan orangtua untuk mencapai kebiasaan hidup dan pola makan yang sehat.

Perlu diketahui, anak yang tampak gemuk belum tentu sehat. Terdapat berbagai faktor genetik dan lingkungan yang menyebabkan anak memiliki berat badan berlebih. Ketika anak memiliki berat badan normal, ia cenderung lebih sehat dan jarang jatuh sakit, memiliki kemampuan belajar yang baik, serta lebih percaya diri.

Agar orangtua dapat menilai kategori berat badan anak, diperlukan grafik pertumbuhan anak yang dapat Anda peroleh dari dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) merekomendasikan cara bagaimana untuk mengetahui si kecil berada pada kondisi overwight atau obesitas, diantaranya adalah :

1.    Untuk anak usia dibawah 2 tahun, orang tua bisa menggunakan grafik Indeks Massa Tubuh WHO 2006. Jika nilai Z score lebih besar dari 2 tergolong dalam kategori overweight dan nilai diatas 3 tergolong sebagai obesitas

2.    Untuk anak usia 2-18 tahun, gunakan grafik Indeks Massa Tubuh CDC 2000. Nilai di atas persentil 85-95 merupakan kategori overweight dan di atas persentil 95 adalah kategori obesitas.

Apabila saat ini anak memiliki berat badan yang berlebih, makanan dan aktivitas fisik adalah dua hal utama yang perlu diperhatikan oleh orangtua.

Makanan perlu diperhatikan karena pertambahan berat badan bisa berasal dari apa yang dikonsumsi okeh anak. Hal tersebut mengharuskan bunda untuk melakukan kontrol atas pola makan anak. Bunda bisa melakukan hal berikut untuk menjaga makanan untuk si kecil.

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah ketika bunda sedang berbelanja. Pilihlah jenis makanan yang sehat. Batasi makanan yang tinggi akan gula dan lemak. Untuk produk susu seperti keju, yoghurt, dan minuman susu, pilihlah produk rendah lemak.

Selanjutnya adalah waktu makan si kecil. Berikan Si Kecil makanan pada jam makannya. Perhatikan apakah anak memang lapar atau hanya ingin mengunyah makanan. Konsumsi makanan hanya diperlukan apabila tubuh memerlukannya, bukan karena faktor emosi seperti senang atau sedih. Biasakan makan bersama-sama dengan keluarga bila memungkinkan. Porsi makanan juga berpengaruh. Sajikan makanan dalam piring yang lebih kecil untuk membuat hidangan tampak lebih banyak. Dengan cara ini, otomatis anak akan makan dalam porsi yang cukup.

Saat waktu sarapan, sajikan makanan yang tinggi serat seperti sereal atau roti gandum yang rendah gula, susu rendah lemak, dan perbanyak porsi buah-buahan, sehingga anak kenyang lebih lama dan berenergi. Sedangkan saat waktu camilan, sediakan camilan sehat yang rendah kalori, seperti buah potong dan sayuran. Letakkan makanan tersebut pada tempat yang mudah dijangkaunya.

Untuk minuman, hindari menambahkan gula pasir pada minuman anak, karena sebenarnya anak sudah  mendapatkan gula dari buah alami. Pilihlah susu rendah lemak dan jus buatan sendiri (tanpa gula pasir) untuk anak, serta perbanyak konsumsi air mineral.

Karena si kecil sedang mengurangi konsumsi gulan, buah dan sayur menjadi hal pengganti yang tidak bisa ditinggalkan. Anak sering kali menolak untuk makan sayuran. Sebagai solusinya, gunakan kreativitas Anda dalam mengolah sayuran dan selalu selipkan dalam menunya sehari-hari. Menurut rekomendasi WHO, dibutuhkan asupan buah dan sayur minimal 5 porsi dalam sehari.

Selain menjaga konsumsi makanan tidak sehat, kurangi kebiasaan membeli makanan untuk dibawa pulang dari restoran, terutama makanan cepat saji. Sering kali makanan jenis ini mengandung kadar garam dan lemak yang lebih tinggi dibandingkan masakan rumah. Menambah pengetahuan tentang nutrisi juga akan sangat bermanfaat.

Selain tentang makanan, aktivitas fisik si kecil juga perlu diperhatikan, seperti salah satunya berolahraga. Hal ini dikarenakan dengan melakukan aktivitas fisik, anak tidak hanya sehat secara fisik namun juga bisa lebih kreatif. Berikut yang bisa dilakukan orang tua dalam kegiatan fisik si kecil.

Untuk bayi, aktivitas fisik perlu dibiasakan sejak lahir. Kegiatan seperti menggapai dan memegang mainan, menarik dan mendorong, menggerakkan kepala dan tubuh mereka, berguling-guling, hingga posisi tengkurap merupakan contoh aktivitas sederhana yang dilakukan bayi. Sedangkan untuk anak usia balita, aktivitas fisik perlu dilakukan setidaknya 3 jam sehari dalam waktu yang dibagi sepanjang hari. Contoh kegiatan tersebut adalah berdiri sendiri, berjalan kaki, bermain, melompat, berlari, dan permainan lainnya.

Untuk anak usia di atas 5 tahun, pastikan mereka melakukan aktivitas fisik yang lebih intens minimal 1 jam sehari. Tidak perlu melakukannya langsung dalam 1 jam, namun Anda dapat membaginya dalam 5-10 menit atau divariasikan sepanjang hari. Ajak ia bermain di luar rumah, seperti petak umpet dan berenang. Kurangi waktu untuk kegiatan pasif, seperti menonton TV atau bermain video game. Batasi waktu untuk kegiatan tersebut kurang dari 1 jam sehari untuk anak usia pra sekolah dan 2 jam sehari untuk anak usia sekolah.

Hal yang perlu diingat adalah kebiasaan makan anak tidak dapat berubah dalam semalam. Anak yang sehat membutuhkan variasi banyak makanan agar nutrisinya seimbang. Jangan menghentikan suatu jenis makanan secara drastis.  Lakukan dengan sabar, bertahap, dan kreatif. Fokus Anda adalah untuk menanamkan kebiasaan makan yang sehat dan meningkatkan aktivitas fisik anak.

Apabila anak mulai menunjukkan keberhasilan, berikan hadiah untuknya, bukan hadiah makanan, namun hadiah seperti pergi berjalan-jalan atau melakukan permainan favoritnya. Diskusikan dengan dokter anak apabila Anda menemui kesulitan dalam memperbaiki berat badan anak.

Perlengkapan anak yang terdapat di Niceforkids :
 
sprei anti air clodi bebibum penghangat botol bottle sterilizer
Sprei Anti Bocor Popok Cuci Ulang Penghangat Botol Sterilizer

 


Related Article