By Kukuh Wira K  Article Published 29 January 2015
 
toilet training
 
Melatih balita ke toilet merupakan sebuah hal yang pasti dan harus dilakukan oleh setiap orang tua kepada balitanya. Bahkan menurut beberapa ahli, memberikan pelatihan ini diusahakan sedini mungkin sehingga anak tidak ketergantungan terhadap popok. Namun, ternyata toilet training untuk balita bukanlah hal yang cukup mudah untuk dilakukan. Banyak orang tua yang merasa kesulitan membuat balitanya cepat memahami hal tersebut. Hal tersebut memicu beberapa ahli memberikan tipsnya agar balita bisa dengan cepat belajar ke toilet tersendiri.

Bagaimana cara melakukan toilet training yang tepat?

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memastikan bahwa balita telah siap untuk melakukannya. Pada umumnya balita bisa diajak melakukan latihan pada umur 1-3 tahun. Hal lainnya untuk menandai mereka siap adalah dengan melihat apakah otot-ototnya mulai dapat mengontrol kandung kemih, dapat duduk tegak, bisa kering dalam 2-3 jam, dapat membuka dan memakai celana sendiri, bisa memahami intruksi sederhana, serta sudah bisa mengatakan keinginannya.

Hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah membiasakan kegiatan kamar mandi. Mulai memperkenalkan dan membiasakan balita untuk pipis dan buang air besar (BAB) di pispot atau potty chair adalah salah satu usaha yang paling penting untuk dilakukan. Biarkan mereka memilih sendiri potty chair mereka atau pispot mereka agar nantinya mereka suka untuk menggunakannya. 

Memperlihatkan kepada mereka saat Anda membuang dan mem-flush kotorannya dari popok di kloset yang sudah disertai potty training juga akan menjadi sebuah pengajaran yang penting bagi mereka. Meningkatkan pemahaman tentang pergi ke toilet juga dapat dilakukan dengan mengajak mereka ketika Anda menggunakan toilet. Selain itu menceritakan secara sederhana cara pipis dan bab serta proses memakai pispot atau toilet juga dapat membantu. Jelaskan juga tentang alat kelamin dan fungsinya dan belikan ia celana dalam seperti layaknya anak sudah besar atau training pants untuk latihan awal.

Mengatur jadwal adalah hal selanjutnya yang cukup penting untuk dilakukan. Dengan cara mengatur asupan cairan dan makanan ke tubuh balita, Anda bisa dengan mudah mengatur interval mereka ke kamar mandi. Setelah itu amati siklusnya karena siklus pipis dan bab ini akan memudahkan Anda mengajaknya menyalurkan dorongan bak dan bab di tempat dan waktu yang tepat.

Melakukan latihan secara konsisten juga tidak dapat dilupakan. Hal tersebut berguna untuk menghindari kebingungan pada balita. Beri informasi lengkap dan detil mengenai kebiasaan dan jadwal pipis pada balita serta konsistenlah membimbing balita sehingga nantinya dapat membuat mereka cepat paham dan akan semakin trampil memakai toilet.

Jika masih mendapatkan kesulitan mengajak balita untuk berlatih, Anda bisa menggunakan cara seru. Contohnya seperti memasang obat khusus yang tidak berbahaya untuk membuat air di kloset menjadi biru, memasang papan target untuk balita dan menempel stiker tanda berhasil memakai pispot/toilet dengan benar. Hal lainnya yang dapat dilakukan adalah menempatkan boneka favorit sebagai teman ketika pipis atau pup. Hal-hal tersebut dapat membuat mereka semangat untuk melakukan latihan mereka.

Memberi pujian juga menjadi hal wajib yang perlu dilakukan. Silahkan merayakan bila balita berhasil melakukan pipis dan pup dengan benar. Sehingga toilet training dapat menjadi sesuatu yang penting dan terbaik dalam hidupnya. Kalaupun terjadi ‘kecelakaan’ hindari untuk menghukumnya, katakan saja Anda tidak suka. Wajah marah dan kecewa Anda, hanya akan membuatnya takut dan malah lebih sering tidak mau mengatakan bahwa ia ingin pipis atau pup.

Produk terkait yang tersedia di Niceforkids :

ring closet celana training bayi anannda ekstra serap kaos anak
Potty Seat Training Pants Anannda Ekstra Serap Kaos Karakter Anak
 


Related Article