By   Article Published 18 June 2015
 
Tidak semua wanita bisa diberikan kemudahan untuk hamil. Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan mereka tidak dapat mengandung dengan proses normal melainkan dengan bantun beberapa hal, salah satunya adalah dengan menggunakan program bayi tabung.

Proses medis untuk membantu kehamilan ini memang sudah sering didengar oleh kaum awam, namun tahukan bunda seperti apa sebenarnya proses bayi tabung ini dijalankan?
 


Secara sederhana, bayi tabung merupakan proses medis dimana mempertemukan sel telur dengan sel sperma dalam sebuah tabung yang nantinya akan ditaruh dalam rahim si ibu. Proses pertama untuk melakukan hal ini adalah dengan menstimulasi indung telur.

Dalam kehamilan secara umum, hanya diperlukan satu sel telur untuk menjadi sebuah embrio. Namun, dalam proses bayi tabung, para medis memerlukan lebih dari satu agar dapat memastikan bahwa mereka bisa menghasilkan embrio dari pertemuan sel sperma dan sel telur yang ada. Maka dari itu stimulasi dibutuhkan sehingga sel telur dapat didapatkan lebih dari satu.

Setelah melakukan stimulasi, sel telur diambil dan dipantau perkembangannya. Pada umumnya para dokter selalu mengupayakan untuk memilih sel telur yang sudah matang dengan kondisi terbagus. Sehingga wajar jika di lab, sel telur mendapatkan suntikan obat untuk bisa tumbuh matang denga baik.

Pemilihan bibit unggul sperma juga dilakukan sebelum sperma di campurkan secara langsung pada sel telur terpilih. Pada proses pencampuran ini, para dokter bisa langsung mempertemukannya dalam sebuah tabung khusus atau dengan menyuntikkannya secara langsung pada sel telur. Setelah mempertemukan kedua sel, tabung yang berisi calon embrio ini akan dikembangkan di inkubator khusus sampai mereka dapat memastikan bahwa embrio berkembang dengan sehat dan siap untuk di transfer ke dalam rahim si ibu.

Setelah proses transfer berhasil, hal yang paling menentukan kehamilan adalah kekuatan dinding rahim. Hal tersebut biasanya akan diatasi dengan beberapa obat yang diberikan oleh dokter yang memiliki tujuan untuk memperkuat dinding rahim.

Tahap terkahir dari proses ini adalah menunggu hasil positif kehamilan. Jika embrio yang di transfer berhasil melalui fasenya, maka kehamilan akan didapatkan. Namun jika embrio tidak dapat berkembang dengan baik, maka proses bayi tabung akan dinyatakan gagal.

Anggapan bayi tabung selalu berhasil juga ternyata tidak terbukti, karena terdapat beberapa wanita yang tetap mengalami kegagalan saat melakukan proses bayi tabung ini. Hal ini bisa dikarenakan kondisi rahim yang lemah atau kondisi sel telur maupun sel sprema yang memang kurang sempurna untuk membentuk embrio.

Jadi, bagi para bunda yang berniat melakukan bayi tabung, kesiapan mental disamping kesiapan fisik juga akan sangat membantu.

Semoga bermanfaat
 
 
 

Produk terkait yang terdapat di Niceforkids :
 
gendongan bayi bedong instant velcrow gurita bayi velcrow kaos tangan kaki bayi
Gendongan Bayi Bedong Bayi Instant Gurita Bayi Instant Kaos Tangan Kaki
 


Related Article