By   Article Published 20 February 2015
 
 
Imunisasi adalah sebuah hal yang saat ini lumrah kita dengar. Imunisasi bayi memberikan manfaat yang sangat besar bagi kesehatan anak-anak Indonesia. Tapi terkadang imunisasi memberikan beberapa efek pada tubuh si kecil sehingga tak jarang para bunda merasa takut bahwa hal ini malah akan berdampak buruk pada si kecil. Untuk itu, di artikel ini akan di jelaskan macam-macam imunisasi yang diterima si kecil dan efeknya terhadap tubuh. Sehingga bunda tidak khawatir dan ragu lagi untuk melakukannya untuk si kecil.

Imunisasi pertama si kecil adalah BCG. Imunisasi ini tidak memberikan efek yang berarti bagi tubuh sehingga bunda tak perlu khawatir si kecil mengalami demam atau gangguan kesehatan lainnya. Selanjutnya adalah Hepatitis B. Imunisasi ini akan diberikan sebanyak 3 kali. Pada umumnya, keluhan yang akan keluar adalah nyeri dan demam ringan meskipun pada beberapa anak bisa saja hal ini tidak muncul atau malah lebih parah.

Setelah hepatitis B, dilakukan imunisasi Polio dan campak. Imunisasi polio, dimana berguna untuk mencegah penyakit polio, jarang menimbulkan efek samping. Begitu juga dengan campak yang juga tidak akan menimbulkan efek samping. Namun, pada beberapa bayi reaksi demam atau diare juga sering timbul.

Selanjutnya adalah DPT yang kebanyakan memberikan efek berkurangnya nafsu makan, nyeri di area bekas suntikan, muntah, dan demam. Selain itu, pemberian vaksin ini juga mengakibatkan meningkatnya suhu badan bayi. Bayi juga akan mengalami kesulitan tidur, lebih mudah menangis, dan gelisah. Efek samping ini bukanlah menandakan vaksin yang tidak cocok namun karena perubahan suhu badan yang membuat bayi anda tidak nyaman.

Perubahan kondisi badan dan timbulnya gejala seperti sakit terkadang memang membuat para orang tua panik, bingung, dan menjadikan mereka trauma untuk memberikan vaksin lagi terhaadap bayinya. Namun ternyata untuk beberapa vaksin, keberhasilannya bisa dilihat pasca imunisasi dengan ditandai perubahan suhu badan yang meningkat, panas atau bengkak disekitar area suntikan.

Cara Mengatasinya

Jika bunda sudah paham bagaimana efek setelah pemberian imunisasi pada bayi, sekarang waktunya memberikan langkah terbaik untuk menunjang kondisi bayi setelah melakukannya. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah memberikan ASI sesering mungkin. Kandungan ASI memiliki zat yang dapat menggurangi peningkatan suhu badan pada bayi pasca imunisasi. Hal selanjutnya adalah mendekap bayi. Hal ini dapat meningkatkan zat antinyeri sehingga dapat menurunkan rasa sakitnya.

Saat anak demam, usahakan jangan memakaikan mereka bedong atau selimut tebal. Pilihlah baju yang mudah menyerap keringat untuk mereka. Selain itu bunda juga bisa mengkompres menggunakan air hangat daripada air dingin. Hal ini dapat mengurangi resiko kejang kejang pada bayi.

Bunda juga dapat memberikan kompresan air hangat untuk mengurangi pembengkakan pasca suntikan. Kebanyakan bayi merasa nyeri ketika bekas suntikan tersentuh sehingga membuat tidak nyaman. Tambahan pijatan halus juga bisa membuat bayi merasa nyaman.

Thermometer untuk saat ini juga sangat berguna, karena thermometer membantu bunda untuk bisa melihat perkembangan peningkatan atau penurunan suhu tubuhnya. Karena pada umumnya kenaikan suhu badan bayi anda akan meningkat berkisar 38 - 40 derajat celcius dan akan menurun dengan sendirinya dalam waktu 1-2 hari. Ketika bayi anda mengalami panas melebihi 38 derajat celcius dapat diberikan obat penurun panas yang sesuai dengan anjuran dokter. Bila tidak kunjung turun dan mempunyai riwayat kejang maka dapat berkonsultasi dengan dokter untuk diberikan penangananya.

Bagaimana bunda, semoga membantu dan bisa menjadi tambahan informasi ya
 

Perlengkapan bayi yang tersedia di Niceforkids :

alat makan bayi gigitan bayi popok cuci ulang gendongan bayi
Tempat Makan Bayi Gigitan Bayi (Teether) Popok Kain Z-Two Gendongan Bayi


 


Related Article