By Kukuh Wira K  Article Published 16 May 2014
 
Para orang tua memilih banyak cara untuk menghukum anaknya. Yang salah satunya orang tua memberi hukuman fisik dengan menjewer ataupun memukul pada anaknya. Meski masih ada pihak yang setuju menjalani hukuman fisik yang ringan akan membuat anak lebih jera, namun para orang tua terlebih dahulu harus memikirkan dampak buruk dari hukuman secara fisik tersebut. Bagi anak-anak yang pernah mengalami hukuman secara fisik yang cukup keras dapat mempunyai resiko yang tinggi mengalami penyakit arthritis, obesitas dan penyakit jantung pada kemudian hari. Beberapa ahli mengatakan bahwa ketika anak yang di hukum secara fisik, hampir 24 % anak cenderung akan menjadi gemuk, serta 35 % kemungkinan akan mengalami penyakit arthritis. Selain itu, beberapa ahli juga mengatakan bahwa anak-anak yang terlalu sering mengalami hukuman fisik cenderung sangat beresiko terserang penyakit kardiovaskular atau gangguan pada kesehatan yang juga melibatkan fungsi pada sistem jantung juga pembuluh darah.

Tidak hanya itu, tindakan seperti ini juga dapat membuat anak anda menerima pesan bahwa ia juga boleh melakukan hal yang sama pada saat anak anda sedang marah. Dengan begitu anda tidak perlu heran ketika anda melakukan hukuman fisik, anak anda akan membalas dengan mencubit atau kembali memukul anda bukannya mereda. Agar anda tidak terpancing untuk emosi, sebaiknya anda mencoba untuk lebih cepat dalam merespon sebelum anak anda menjadi sangat rewel. Ada baiknya anda mencari tau keadaan anak anda sebenarnya, apakah anak anda lapar, lelah, sakit atau penyebab yang lainnya. Jika ternyata tidak terjadi apa-apa pada anak anda tapi masih saja rewel dan emosi anda sudah meningkat ada baiknya anda sejenak menjauh dari anak anda. Namun pastikan anak anda ada pada keadaan yang aman, kemudian tarik nafas anda dengan dalam dan perlahan secara berkali-kali, setelah emosi sedikit mereda anda dapat menemui kembali anak anda.

Nah, agar emosi Anda tidak sampai harus terpancing, cobalah merespon kebutuhannya lebih cepat sebelum ia benar-benar jadi rewel. Cari tahu apakah ia lelah, lapar, tidak enak badan, atau ada sebab-sebab lain. Kalau ternyata ia tidak apa-apa tetapi sudah terlanjur rewel dan Anda sudah ingin marah, menjauhlah sejenak darinya. (Pastikan ia berada dalam keadaan aman dan ada orang lain yang tetap menjaganya, ya, Ma!). Tarik napas dalam-dalam beberapa kali, dan temui dia lagi setelah kemarahan Anda mereda.
   
Terkadang, anak rewel juga hanya karena ingin cari perhatian. Terutama di usia balita, anak memang belum bisa mengekspresikan keinginannya secara jelas. Jadi, tinggalkan sejenak kesibukan yang sedang Anda lakukan dan fokuslah terhadap dirinya. Kalau Anda bersikap tenang dan sabar, Anda akan lebih bisa membaca keinginan atau kebutuhannya meski ia belum bisa menyampaikannya secara jelas melalui kata-kata.


 


Related Article