Toko Perlengkapan bayi murah online Niceforkids


Customer Service

SMS / WA / Hotline
CSO1 : 082-257-808-440
CSO2 : 081-326-856-004
PIN BB : By Request
Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Produk
Clodi Mikiwili
Popok Dewasa
Q-Tan Celana Sunat

Rekening Pembayaran
Testimonial

dhaniari febrianty
terima kasih Nice for Kids, barangnya sudah sampe, cepet banget. Leggingnya bahannya tebel banget. jd pengen belanja lagi niih hihihii



By Kukuh Wira K  Article Published 31 March 2015
 
donor asi

Beberapa waktu lalu, ada beberapa orang bunda yang menanyakan apakah pertumbuhan bayi mereka akan berbeda jika tidak diberi ASI eksklusif? Karena kami tidak memiliki dokter anak disini, akhirnya kami mencoba mencari perbandingan oleh para ahli bagaimana tumbuh kembang anak yang diberi ASI eksklusif dengan yang tidak. Dan secara tidak sengaja, kami menemukan sebuah solusi untuk mengantisipasi masalah ASI eksklusif ini, yaitu Donor ASI.

Donor ASI sudah banyak dikenal pada masa lalu meskipun tidak banyak yang menggunakannya. Pilihan susu formula yang semakin banyak membuat banyak orang lebih memilihnya ketimbang mencari pendonor ASI. Selain lebih mudah dan praktis, banyak Bunda yang ternyata masih ragu untuk menggunakannya. Namun, ternyata donor ASI dapat lebih banyak membantu, asalkan bunda paham dan mengetahui bagaimana pendonor yang tepat untuk si kecil.

Donor ASI biasanya diperuntukkan bagi bayi yang mengalami kekurangan asupan ASI yang disebabkan oleh beberapa hal, seperti ibu meninggal, bayi dalam incubator, ASI ibu tidak keluar, bayi terlantar, ibu yang meiliki penyakit yang dapat ditularkan seperti HIV, herpes, dsb. Donor ini diberikan oleh ibu menyusui yang kelebihan ASI kepada bayi yang memerlukan asupan ASI tambahan.

Para pendonor perlu lulus beberapa persyaratan sebelum dianggap layak untuk mendonorkan ASI nya, diantaranya adalah :

1. Pendonor memiliki bayi yang berusia kurang dari 6 bulan.
2. Pendonor dinyatakan sehat dan tidak mempunyai kontra indikasi menyusui sehingga dapat mendonor ASI.
3. Produksi ASI yang berlebih dan sudah mencukupi kebutuhan ASI bayinya sehingga dapat mendonasikan ASI.
4. Pendonor ASI dinyatakan tidak menerima transfusi ataupun transplantasi organ selama 12 bulan terakhir.
5. Tidak mengkonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi bayi.
6. Pendonor tidak mengalami riwayat menderita penyakit yang menular seperti HIV, Hepatitis dan lainnya.
7. Pendonor tidak memiliki pasangan seksual yang berisiko menyebarkan penyakit yang menular.
8. Pendonor harus melalui skrining yang membantu dalam test HIV, sifilis, hepatitis B , hepatitis C, dan virus lain yang dapat tertular melalui ASI.
9. Pada saat mengalami keraguan pada status kesehatan pendonor maka dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali
10. Apabila tahap pelapisan sudah selesai maka dilanjutkan dengan test ASI sehingga bebas dari bakteri dengan cara memanaskan ASI.

Para pendonor yang telah lulus pada tahap pelapisan diatas bisa melakukan pelatihan tentang cara pemerahan ASI yang tepat, penyimpanan, dan sterilisasi media pemerahan seperti tangan, alat perah, dan tempat penyimpanan, baik botol kaca atau plastic khusus penyimpan ASI.

Donor ASI ternyata sudah banyak membantu para bayi yang tidak bisa mendapatkan ASI dari ibunya untuk tetap tumbuh sehat seperti bayi lain yang mendapatkan ASI eksklusif. Jika masih ragu untuk melakukannya sendiri (mencari pendonor sendiri), bunda bisa mencarinya di bank ASI pada klinik ibu dan anak yang biasanya memiliki daftar ini. Berkonsultasi dengan dokter anda juga merupaka pilihan bijak agar tidak ada bahaya di kemudian hari.

So, bunda, semoga membantu ya.
 
 
Produk terkait yang terdapat di Niceforkids :
 
 
pompa asi bantalan susu ibu menyusui botol ASI Sendok botol bayi
Breast Pump Penyerap ASI Botol ASI Kaca Food Feeder Bottle


Related Article