By Kukuh Wira K  Article Published 05 June 2014
 
Segala sesuatu yang berlebihan tentu akan membawa dampak yang buruk,  begitu pula dengan hyperparenting. Cara pengasuhan yang terlalu perhatian dan selalu terlibat terhadap kegiatan anak membuat anak cenderung kurang mendapatkan kesempatan  untuk berkembang secara alami.  Waktu dan kegiatan mereka benar-benar dimonitor oleh orangtuanya, sehingga anak justru kurang kesempatan untuk membuktikan kemampuannya.

Dalam parenting, tidak hanya memikirkan materi untuk masa depan anak, tetapi juga harus ada curahan kasih sayang dan saling menghargai. Selain itu, tenggang-rasa dalam kehidupan sehari-hari juga harus dimiliki semua anggota keluarga.

Orang tua mungkin tidak menyadari telah membuat anak menjadi sangat aktif dan meng-utamakan keberhasilan, tak ubahnya seperti workaholic. Perlu diingat bahwa buah hati Anda bukanlah seperangkat komputer ataupun software yang mengikuti perintah dan program yang sudah dibuat. Anak juga harus diberi kesempatan mengembangkan karakternya dan membina hubungan antar sesama. Bukan melulu dipenuhi dengan aktivitas dan egonya.

Berikut akibat atau dampak dari hyper-parenting:

Akibat jangka pendek:
Anak lebih mudah marah
Dengan pola hyper-parenting, anak akan menjadi lebih cepat marah karena cenderung selalu diperintah dan mematuhi keinginan orang tua.
 
Kerap membangkang atau tidak mau menuruti perkataan orangtua
Jika terlalu sering diperintah, kemungkinan besar anak Anda akan menjadi pemberontak akibat pola asuh yang terlalu mengekang mereka.
 
Jika diberi perintah akan berlama-lama mengerjakannya
Anak bisa jadi tidak langsung menuruti apa yang Anda perintahkan atau suruh karena merasa bosan.
 
Kerap terlihat kurang bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan kurangnya bersosialisasi
Pola asuh hyper-parenting biasanya membatasi anak untuk bergaul dengan teman sebayanya di luar lingkungan hidupnya. Dampaknya anak menjadi tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar ketika sudah dewasa. 


Akibat jangka panjang:

    Anak cenderung kurang inisiatif, karena seluruh hal yang dilakukannya mayoritas atas arahan dan perintah orangtua.
    Kurang mampu merefleksikan diri, karena tak ada waktu untuk berpikir mandiri. Semua hal dalam hidupnya sudah dipikirkan oleh orangtua dan anak juga kerap menerima kritik dari orangtua jika yang dilakukannya tidak sempurna atau sesuai keinginan orangtua.
    Kurang memiliki pemahaman tentang diri sendiri, sehingga anak tidak mengenal kelebihan dan kekurangan dirinya.
    Anak juga kurang memahami  apa keinginan dan kebutuhannya, bahkan hal apa saja yang disukai dan tidak disukainya.
    Sedikit bicara dan kurang ekspresif, karena terbiasa mendengar bukan didengar.
    Bukan tidak mungkin anak akan mengalami depresi yang terkadang tak disadari oleh orangtua atau orang-orang di sekelilingnya.

 

Akibat bagi orang tua:

Mudah cemas

Dengan menerapkan pola pengasuhan ini, hidup menjadi tak tenang karena Anda akan semakin sering menjadi cemas. Di benak Anda akan terlintas berbagai hal negatif untuk anak di masa depan. Padahal itu belum tentu terjadi. Percayalah bahwa rasa cemas akan menyiksa Anda baik secara langsung maupun perlahan.

Kurang menikmati proses pengasuhan

Coba jadikan waktu untuk mengasuh buah hati sebagai salah satu kegiatan paling menyenangkan selain aktivitas sehari-hari Anda. Jika terjebak dalam pola hyper-parenting maka Anda menjadi kurang menikmati proses mengasuh dan mendidik anak. Anda hanya menginginkan buah hati mengikuti kemauan Anda sebagai orang tua, padahal seharusnya ada interaksi antara Anda dan anak.

Kehilangan waktu untuk diri sendiri

Dengan terus-menerus melakukan hyper-parenting dapat dipastikan Anda akan banyak kehilangan waktu untuk diri sendiri. Anda hanya memfokuskan diri untuk hal yang anda anggap baik untuk anak menurut anda sendiri. Ini biasanya didasarkan oleh kebutuhan materi di masa depan aatu mungkin hanya rasa cemas dan khawatir berlebihan dari dalam diri.

Tidak kompak

Hyper-parenting membuat Anda tidak kompak dengan buah hati karena Anda bersikap egois dan tidak memedulikan yang sebenarnya diinginkan anak. Pola ini juga dapat membuat jarak di antara anggota keluarga.

Lebih mudah stress

Anda akan lebih mudah stres karena dalam menerapkan pola pengasuhan ini Anda diliputi perasaan yang tidak tenang. Perlu diketahui jika Anda lebih mudah stres maka pola hidup tidak akan berjalan baik. Ini juga akan berakibat buruk bagi hubungan Anda dan anak.

 
Yukkk bantu anak kita agar tumbuh kembang lebih baik lagi dengan pikiran dan kegiatan yang lebih positif ;)


Perlengkapan bayi yang tersedia di Niceforkids :
 
sabuk bonceng gendongan bayi sprei anti air sepatu bayi
Sabuk Bonceng Gendongan Bayi Sprei Anti Bocor Baby Shoes


 


Related Article