Toko Perlengkapan bayi murah online Niceforkids


Customer Service

SMS / WA / Hotline
CSO1 : 082-257-808-440
CSO2 : 081-326-856-004
PIN BB : By Request
Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Produk
Clodi Mikiwili
Popok Dewasa
Q-Tan Celana Sunat

Rekening Pembayaran
Testimonial

dhaniari febrianty
terima kasih Nice for Kids, barangnya sudah sampe, cepet banget. Leggingnya bahannya tebel banget. jd pengen belanja lagi niih hihihii



By Kukuh Wira K  Article Published 21 May 2014
 

Tradisi memotong rambut bayi ternyata dilakukan oleh berbagai budaya di dunia. Sebutlah masyarakat Arab bertradisi memotong rambut bayi bersamaan dengan waktu akikah atau sekitar 7 hari setelah kelahirannya. Berat rambut yang tergunting itu kemudian ditimbang dan seberat itu pula akan dikeluarkan perak untuk disedekahkan kepada fakir miskin. Masyarakat Hindu India juga mempunyai tradisi memotong rambut bayi untuk membersihkannya dari hal-hal negatif dalam kehidupan sebelumnya.

Di Nusantara ada juga budaya potong rambut bayi. Seperti budaya Jawa yang mengenal tradisi potong rambut saat bayi berusia 35 hari atau bertepatan dengan upacara selapanan. Pada saat itu beberapa orang yang dituakan seperti eyang/bude/pakde secara bergantian akan memotong sejumput rambut bayi. Upacara ini akan diikuti dengan tradisi bancakan atau membagikan sepincuk nasi gudangan (urap) pada anak-anak kecil di lingkungannya. Masyarakat Ternate-Maluku Utara juga mempunyai tradisi memotong rambut bayi yang disebut saro-saro. Upacara ini sebagai simbol untuk menyambut kehidupan baru bagi sang bayi. Tradisi potong rambut ini biasanya diteruskan dengan mencukur plontos kepala bayi hingga bersih. Meski hanya tradisi, mencukur rambut bayi hingga plontos membuat perawatan kulit kepalanya dapat dilakukan dengan lebih mudah dan menyeluruh.

Secara medis sebaiknya rambut bayi memang dipotong karena ada manfaatnya secara medis, yaitu untuk membersihkan lemak dan zat-zat sisa dari rahim ibu yang mungkin terbawa/menempel di rambut pada proses persalinan. Begitu pula dengan gumoh bahkan mungkin air kencing yang mungkin saja mengotori tubuh hingga rambut bayi. Kalau kepala bayi plontos, tentu lebih mudah membersihkannya.

Kepala plontos juga membuat bayi merasa lebih dingin, apalagi bila tinggal di daerah tropis seperti Indonesia.  Embusan angin yang langsung mengenai pori-porinya mampu mengurangi kegerahan. Kepala plontos bayi juga memudahkan ibu untuk mengamati kalau-kalau ada sesuatu yang tak diharapkan, seperti iritasi, bisul, luka dan sebagainya. Tapi kalau sudah terjadi iritasi/infeksi, maka rambut bayi harus digunting plontos untuk memudahkan pengobatan/proses penyembuhannya.

Jangan khawatir setelah digunting plontos rambut bayi tak akan tumbuh selebat waktu dilahirkan, karena tebal/tipisnya rambut terkait dengan faktor genetik serta asupan nutrisi dan perawatan. Begitu pun sebaliknya, jangan berharap dengan digunting, kelak rambut bayi akan tumbuh lebih subur. Menggunting rambut bayi sebaiknya hanya ditujukan untuk menjaga kebersihan/kesehatan kepalanya.

Memang tidak ada patokan kapan seharusnya rambut bayi dicukur plontos, namun dengan beberapa pertimbangan, makin cepat waktunya semakin baik. Alasannya, semakin muda usia bayi, makin sedikit gerakannya alias belum terlalu banyak polah, sehingga lebih mudah bagi orangtua untuk mencukur rambutnya. Selain itu semakin cepat pula lemak/kotoran yang menempel di kepalanya dibersihkan.

Untuk memudahkan proses mencukur, sebaiknya dilakukan saat bayi tidur. Karena sewaktu tidur, bayi tidak banyak bergerak sehingga mengurangi risiko terluka saat dicukur. Sebaiknya juga dilakukan oleh dua orang dewasa. Satu orang dewasa memangku/menggendongnya, seorang lagi menggunting rambutnya dengan gunting bayi yang tumpul (banyak dijual di toko perlengkapan bayi) sependek mungkin.

Setelah rambut terpotong pendek, cukur dengan menggunakan alat cukur baru (jangan menggunakan alat cukur bekas/milik orangtuanya). Caranya renggangkan kulit kepala bayi dengan dua jari, lalu cukur bersih sisa rambut yang masih menempel. Asalkan orangtua mantap melakukannya, kecil kemungkinan kepala bayi terluka. Justru kalau orangtua tidak yakin, akan membuat pegangannya tidak mantap/bergetar yang bisa menyebabkan alat cukur tidak terarah dengan baik dan menimbulkan terluka. Kalau sampai terluka, segera bersihkan dengan cairan antiseptik atau segera bawa ke dokter sekiranya mengkhawatirkan.

Setelah tercukur habis, mungkin di kulit kepala bayi terlihat noda-noda yang bentuknya seperti “pulau”. Itulah yang disebut cradle cap atau dermatitis seboroik. Noda berupa sisik berlemak ini muncul akibat meningkatnya aktivitas kelenjar sebasea dan juga pengaruh hormon androgen ibu saat hamil. Bila dibiarkan saja, tumpukan lemak ini akan menghambat sirkulasi keringat yang mengakibatkan munculnya gangguan kulit berupa biang keringat, bisul, abses dan sejenisnya. Jadi meski sudah dicukur plontos tetap bersihkan kepala bayi secara teratur dengan menggunakan sampo bayi.

Kalau dermatitis seboroik itu terlihat mengganggu, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Biasanya dokter akan memberikan obat antiseboroik yang digunakan dengan mengoleskannya ke kepala setelah dicampur dengan minyak kelapa. Esok paginya sisir dengan menggunakan sisir bergigi rapat untuk mengangkat kotoran tersebut.

Beberapa manfaat dari mencukur rambut bayi adalah:
  1. Pada saat bayi melewati jalan lahir, banyak lemak dan kotoran ibu yang menempel pada tubuhnya, termasuk rambutnya. Cukur rambut akan ‘mengangkat’ sisa-sisa lemak dan kotoran tersebut sehingga bisa mencegah timbulnya kerak kepala (dermatitis seboroik).
  2. Mudah mendeteksi adanya masalah di kulit kepala bayi, seperti bisul, iritasi, atau luka.
  3. Bayi mudah beradaptasi dengan lingkungan atau udara sekitar karena kulit kepalanya tidak berambut.

Setelah dicukur, rambut akan tumbuh kembali. Ada yang kembali seperti saat lahir, ada yang bertambah lebat, atau sebaliknya ada yang menjadi lebih sedikit. Hal ini dipengaruhi faktor genetik dari orangtua, juga bisa dari nenek-kakek. Yang lebih penting, kebersihan rambut bayi harus selalu dijaga.


Related Article