By Kukuh Wira K  Article Published 23 December 2014
 

cara mendidik anak

 

botol susu Tempat susu 3 susun pemanas botol steril botol
Botol Susu Tempat Susu Penghangat Botol Sterilizer

Setiap orang tua pasti selalu ingin mengetahui cara mendidik anak mereka untuk tumbuh menjadi seseorang yang pintar dan cerdas. Untuk mewujudkan hal tersebut tidak dapat dilakukan secara instant. Mulailah hal tersebut sedini mungkin, dari mulai saat masih berada dalam kandungan, balita, dan saat mereka telah tumbuh besar. Berikut beberapa pendapat ahli tentang apa saja yang dapat membuat anak dapat memunculkan dan menguatkan kepintaran serta kecerdasannya.

Kapan waktu yang tepat untuk memulai mendidik anak?

Cara mendidik anak pertama kali dimulai saat bayi masih berada dalam kandungan. Menurut penelitian dari beberapa ahli kesehatan dari Inggris, menstimulasi janin dengan memperdengarkan mereka music sejak masih dalam kandungan dapat memberikan pengaruh terhadap neuron otak. Banyaknya sambungan pada neuron di otak akan meningkatkan tingkat kecerdasan janin sehingga nantinya mereka lebih mudah memahami sesuatu dan cepat menangkap berbagai macam hal yang diajarkan. Para ibu dapat memperdengarkan music klasik ataupun hal lain yang mendidik dengan suara lembut dan pelan.

Bagaimana cara mendidik anak agar pintar dan cerdas?

Setelah bayi lahir sampai mereka menjadi lebih besar, banyak hal yang dapat dilakukan untuk memunculkan kecerdasan dan meningkatkan kepintaran mereka. Salah satunya saat mereka lahir, para ibu perlu mengutamakan pemberian ASI eksklusif pada mereka. Hal ini dikarenakan semua kebutuhan bayi terdapat pada ASI sehingga mereka bisa tumbuh dengan lebih baik.

Hal lainnya yang bisa dengan mudah dilakukan untuk membuat anak cerdas adalah mengajak mereka berbicara. Meskipun hanya dengan respon tertawa dan diam, semua perkataan yang tengah ibu ucapkan melekat pada ingatan mereka. Hal ini dapat melatih perbendaharaan kosa kata mereka sehingga dapat lebih cepat berbicara. Hal ini dikarenakan pada saat masih bayi, otak mereka dapat dengan pesat menyerap semua informasi dari luar mereka.

Untuk mengajak anak pintar berbicara, para ibu dapat sekaligus meningkatkan keingintahuan anak yang dapat memicu kecerdasan berfikir mereka. Hal ini bias dilakukan dengan memberitahu banyak hal yang belum diketahui oleh anak. Cara termudah adalah dengan membacakan mereka cerita dongeng ataupun hal lainnya yang menarik atau langsung menunjukkan mereka terhadap sesuatu yang baru seperti tumbuhan ataupun hewan yang dapat ditemui di lingkungan sekitar.

Tambahan lain yang dapat dilakukan oleh ibu adalah dengan menyempatkan diri untuk menemani mereka bermain. Dengan menemani anak bermain, ibu dapat memberikan kontrol terhadap apa yang tengah dimainkan oleh anak. Hal ini dapat menghindarkan anak untuk melakukan permainan yang dapat memicu sifat buruknya seperti kekerasan atau rasa malas. Contoh permainan yang dapat memicu kecerdasan anak adalah permainan yang sesuai dengan umur mereka dan dapat membuat mereka untuk berfikir dan mencari ide seperti leggo, rubik, puzzle, ataupun susun balok. 

Memperhatikan asupan makanan dan juga kegiatan anak saat mereka beranjak lebih besar juga merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh para ibu. Untuk asupan makanan, sarapan adalah salah satu hal yang tidak dapat ditinggalkan. Karena asupan gizi yang baik di pagi hari dapat memberikan mood baik untuk aktivitas satu hari.

Untuk perihal aktivitas, para ibu dapat memberikan perhatian terhadap kegiatan mereka di rumah. Usahakan mereka bergerak aktif dalam aktivitasnya seperti mengajak mereka bermain di halaman dan membatasi mereka untuk menonton televisi. Hal ini akan menunbuhkan semangat pada anak dan mengurangi rasa malas yang dapat muncul saat mereka beranjak lebih besar.

Semua tips tersebut memiliki kunci pada kedekatan dan perhatian ibu terhadap anak. Jika ibu tengah memiliki kesibukan bekerja, usahakan setidaknya untuk beberapa saat sebelum anak tidur berbicara dan mengobrol dengan mereka sehingga ikatan antara ibu dan anak tidak terputus dan anak tidak merasa di abaikan.



Related Article