Toko Perlengkapan bayi murah online Niceforkids


Customer Service

SMS / WA / Hotline
CSO1 : 082-257-808-440
CSO2 : 081-326-856-004
PIN BB : By Request
Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Produk
Clodi Mikiwili
Popok Dewasa
Q-Tan Celana Sunat

Rekening Pembayaran
Testimonial

dhaniari febrianty
terima kasih Nice for Kids, barangnya sudah sampe, cepet banget. Leggingnya bahannya tebel banget. jd pengen belanja lagi niih hihihii



By Kukuh Wira K  Article Published 18 February 2015
 
Ada beberapa cara memerah ASI seorang bunda untuk bayinya, namun tidak banyak bunda yang memahami hal tersebut. Ketidakpahaman ini berakibat tidak keluarnya ASI sehingga banyak bunda mengalihkan bayi mereka untuk mengonsumsi susu formula.

Bagaimana cara memerah ASI yang benar?

1. Dengan menggunakan tangan

Terdapat dua cara memompa ASI bunda, salah satunya adalah secara manual menggunakan tangan. Mulailah dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air. Setelah itu kompres payudara menggunakan handuk lembut hangat. Letakkan mangkuk atau gelas bersih untuk menampung asi sementara beserta lap bersih di bawah payudara. Setelah siap mulailah memompa dengan meletakkan ibu jari di atas puting susu dan jari telunjuk serta jari tengah dibagian bawah puting susu. Tanpa merubah posisi jari dorong payudara bunda kearah dada dan kemudian lanjutkan kearah depan seperti sedang memijat. Jangan lupa arahkan ke dalam wadah yang telah disediakan. Pastikan bunda tidak meremas payudara dan puting karena hal ini tersebut justru tidak akan berhasil.
 
 breast pump unimom  breast pad
 Pompa ASI  Breast Pad
 botol asi ciki  food feeder bootle pigeon
 Botol ASI Ciki  Food Feeder Bottle

2. Menggunakan pompa manual atau pompa elektrik

Cara lainnya adalah menggunakan pompa asi, baik manual maupun elektrik. Untuk memompa ASI menggunakan pompa ASI, bunda hanya perlu meletakkan pompa di payudara setelah di sterilkan terlebih dahulu. Untuk pompa elektrik bunda tinggal menekan tombol yang tersedia, sedangkan untuk pompa manual, bunda perlu memompanya.
 
Meskipun penggunaan pompa elektrik diperbolehkan, namun penggunaan pompa manual lebih disarankan. Hal ini dikarenakan pompa tersebut dapat berisiko merusak jaringan payudara. Karena tekanan dalam memompa sudah disesuaikan dari pabrik, sedangkan pompa manual sesuai dengan kemauan bunda.

Bagaimana cara menggunakan pompa asi elektrik ataupun manual?

Sesuai yang dijelaskan sebelumnya, penggunaan pompa asi lebih mudah daripada memompa asi menggunakan tangan. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencuci tangan dengan air dan sabun hingga bersih. Setelah itu cucilah juga botol penyimpanan ASI dan bagian-bagian dari pompa manual ataupun elektrik dengan menggunakan air panas dan sabun, bilas dengan bersih dan keringkan. Bunda bisa mensterilkan peralatan pompa serta botol penampung ASI menggunakan sterilizer yang saat ini banyak dijual di toko perlengkapan bayi. Setelah semua siap, bunda bisa mengompres payudara dengan handuk hangat sambil memijat dengan halus searah menuju ke arah puting susu dan mulailah melakukan pompa pada payudara.
 
Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah posisi duduk. Duduklah dengan tubuh condong ke depan agar bunda dapat menstimulasi aliran susu dengan mengurut payudara. Selanjutnya pasang corong pompa tepat di puting payudara dan lakukan pemompaan secara perlahan dan teratur. Apabila bunda menggunakan pompa elektrik maka payudara  akan dipompa secara otomatis dan teratur.
 
Untuk jangka waktu memompa, bunda bisa memompa ASI sebanyak 2 kali dalam sehari selama 45 menit untuk pompa manual dan 15 menit untuk pompa elektrik. Jika tiba-tiba aliran susu terhenti selama proses memompa, bunda bisa kembali mengurut payudara dan mengistirahatkannya selama beberapa menit untuk membantu mengalirnya ASI dengan lancar.
 
Memompa ASI perlu dilakukan secara teratur di saat yang sama untuk mengeluarkannya dengan lancar. Bunda bisa selalu membawa alat pompa (baik manual maupun elektrik) serta wadah ASI yang telah disterilkan atau dicuci bersih sebelumnya. Selalu sediakan cooler bag yang sudah berisi es atau gel pendingin untuk membawa hasil perahan ASI sewaktu pulang kerja.
 
Hal yang perlu di ingat adalah setelah selesai memompa ASI, baik dengan menggunakan tangan maupun alat pompa, parabunda jangan lupa untuk selalu menempatkan ASI pada botol penyimpanan yang tertutup rapat atau dalam wadah khusus untuk menyimpan ASI yang sekarang banyak tersedia di toko perlengkapan bayi. Hal lainnya yaitu jangan lupa untuk memberi label yang berisi tanggal dan jam saat pemompaan dilakukan pada setiap botol atau wadah penyimpanan ASI tersebut. Karena bunda perlu menggunakan hasil pompa terdahulu baru ke yang baru.

Selamat memompa ASI ya bunda dan semoga mendapatkan ASI eksklusif terbaik bagi si kecil.


Related Article