By Kukuh Wira K  Article Published 26 December 2014
 
Adakah diantara bunda yang memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) pada si kecil sebelum berusia 6 bulan? Jika ada dan sekarang masih melakukannya, sebaiknya bunda menghentikannya karena ternyata banyak penelitian mengungkapkan bahwa hal tersebut berbahaya. Apalagi jika pencernaan si kecil termasuk dalam golongan yang perkembangan pencernaannya sedikit lebih lama.

Bahaya Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) Dini

Kesepakatan umum untuk melakukan MPASI pada si kecil diungkapkan 6 bulan. Karena di usia ini, rata-rata bayi sudah memiliki pencernaan yang cukup sempurna untuk mencerna makanan, meskipun terdapat beberapa anak yang sudah sempurna sebelum usia 6 bulan atau bahkan belum sempurna saat usia 6 bulan.
 
Bayi yang diberikan MPASI terlalu awal akan lebih rentan terhadap penyakit. Hal ini dikarenakan saat melakukan MPASI, asupan ASI juga akan berkurang untuk si kecil. Padahal kandungan nutrisi ASI masih dibutuhkan secara full di kehidupan awalnya untuk membangun imunitas tubuh.
 
Makanan pendamping ASI yang diberikan dini juga bisa memicu obesitas karena adalanya kalori berlebih yang akan masuk ke dalam tubuh si kecil. Berikut hal-hal negatif jika MPASI tidak diberikan dalam waktu yang tepat untuk si kecil.
 
makanan pendamping asi

Bila terlalu dini, berikut dampak negatifnya:

1. Dapat menyebabkan diare atau susah BAB.
Sebelum enam bulan fungsi saluran pencernaan bayi belum siap atau mampu mengolah makanan. Sehingga ketika ada makanan bayi yang masuk, saluran pencernaannya akan mengalami gangguan yang ditandai dengan diare atau susah BAB.

2. Obesitas.
Ketika bayi lebih dini diperkenalkan pada MPASI, si kecil akan memiliki pola makan yang tidak sesuai dengan tubuhnya. Bayi akan terbiasa dengan makan banyak atau berlebihan. Inilah yang membuat bayi berisiko menjadi gemuk atau obesitas.
 
3. Kram usus.
Saat si kecil di paksa mencerna makanan saat sistem pencernaannya belum sempurna, maka kram usus bisa menjadi salah satu akibatnya. Saat kram usus (kolik usus) terjadi biasnaya bayi akan menangis lama serta menjerit sambil menggerakkan tangan dan kaki.
 
4. Alergi makanan.
Sel-sel di sekitar usus pada bayi berusia di bawah enam bulan belum siap untuk menghadapi unsur-unsur atau zat makanan yang dikonsumsinya. Alhasil, makanan bayi tersebut dapat menimbulkan reaksi imun, sehingga dapat terjadi alergi akibat makanan yang dikonsumsinya. Sebaliknya, bayi yang diberikan MPASI setelah enam bulan risiko mengalami alergi akibat makanan lebih rendah.

5. Alami konstipasi.
Bayi di bawah enam bulan memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna. Lantaran diberi asupan selain ASI, organ ini terpaksa bekerja ekstrakeras demi mengolah dan memecah makanan yang disuapkan oleh ibunya. Karena dipaksa bekerja keras, makanan pun tak dapat dicerna dengan baik. Ujung-ujungnya menimbulkan reaksi / gangguan pencernaan seperti konstipasi atau timbulkan gas.

Bila terlambat :

Sama halnya dengan terlalu dini memberikan MPASI, terlambat memberikan MPASI juga dapat menimbulkan serangkaian dampak negatif pada kesehatan. Berikut di antaranya :

1. Kekurangan nutrisi.
Saat usia 6 bulan keatas dimana kemampuan pencernaan anak sudah sempurna, ASI memang perlu ditambahi asupan lainnya. Bila pemberiannya terlambat, dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya gangguan tumbuh kembang. Salah satunya gagal tumbuh yang berisiko menyebabkan stunting atau anak pendek. Selain itu dikhawatirkan pula terjadi kekurangan zat besi yang dapat menyebabkan terjadinya anemia yang berdampak pada kemampuan konsentrasi atau kemampuan belajarnya.

2. Kemampuan oromotor kurang terstimulasi.
Kemampuan oromotor merupakan kemampuan menghisap pada bayi. Kemampuan ini bisa distimulasi perkembangannya dengan mengenalkan si kecil pada MPASI. Jika kemampuan ini terlambat berkembang, maka akan menyebabkan hal-hal berikut :
- Anak terlalu banyak mengeces/drolling.
- Anak mengalami kesukaran mengunyah dan menelan.
- Pada sebagian kasus, anak menjadi mengemut makanan dalam waktu lama saat makan. Sehingga kesehatan mulut mereka mengalami gangguan. Dampak lebih lanjut, gigi anak terancam rusak, pertumbuhan rahang terganggu seperti maloklusi.

ASI Eksklusif Untuk Bayi

Meskipun kata-kata ASI eksklusif selalu menjadi salah satu kampanye utama, ternyata masih banyak ibu yang belum memahami betul hal ini. ASI Eksklusif adalah hanya memberikan ASI pada si kecil. Tidak ada asupan makanan dan minuman lain untuk si kecil selain ASI termasuk air putih sekalipun. Lalu bagaimana dengan obat dari dokter?
 
Pemberian obat sesuai resep doskter ternyata tidak termasuk pelanggranan atas ASI eksklusif asalahkan setelah meminumkannya si kecil langsung diberi ASI bukan air putih. Susu formula, UHT, ataupun susu segar juga termasuk salah satu yang tidak boleh diberikan pada si kecil karena ada beberapa kandungan di dalamnya yang masih tidak bisa dicerna sempurna oleh sistem pencernaan si kecil.
 
ASI eksklusif dianjurkan dilakukan sampai usia bayi 6 bulan. Setelah itu bunda bisa memberikan makanan bayi pada si kecil sesuai usianya. Pemberian ASI juga perlu terus dilakukan setelah usia 6 bulan. Untuk jadwal lengkapnya bisa dilihat disini. Semoga bermanfaat ya bunda, dan semangat ASI.
 
 
Produk terkait yang tersedia di Niceforkids :
 
feeding set sendok makan bayi mag mag pigeon slaber carter
Feeding Set Sendok Makan Bayi Training Cup Slaber Carter
 


Related Article