By   Article Published 15 October 2015
 
 
Emosi manusia memang tidak pernah bisa di tebak. Bahkan terkadang kita bisa meluapkannya secara tidak sengaja ke orang lain, tidak terkecuali pada anak-anak. Meskipun pada dasarnya kita tahu, bahwa memberntak anak untuk membetulkan tindakan anak lebih banyak memiliki dampak negatif pada psikologi mereka ke depannya.
training pants mom and bab
Training Pants Mom n Bab
clodi bebibum
Clodi Bebibum
gelang anti nyamuk
Gelang Anti Nyamuk
sabuk bonceng
Sabuk Bonceng Motor

Bagaimana jika kelepasan membentak anak?

Meskipun sudah berusaha menahannya, ada saat dimana kita terlanjur membentak anak dan mereka akan langsung merasa ketakutan dan tekanan atas kemarahan yang anda berikan. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah meminta maaf pada mereka setelah ketenangan anda kembali dan emosi anda sudah mulai stabil.

Meminta maaf atas apa yang telah anda lakukan tidak akan membuat mereka mengentengkan atas peringatan dan nasihat anda ke depannya. Namun mereka akan belajar lebih menghargai anda dan akan merasakan bahwa apa yang mereka lakukan salah. Hal ini bisa jadi salah satu cara untuk mendidik anak.

Bermain analogi saat menerangkan kenapa mereka marah dengan kata-kata yang mudah bisa membantu anda. Sehingga hubungan anda dengan si kecil akan lebih harmonis. Dan si kecil akan melakukan semuanya bukan karena atas dasar ketakutan, namun lebih pada menghormati anda dan menganggap nasihat anda adalah terbaik untuknya.

Dengan menjelaskan dengan tenang, secara tidak langsung juga akan memberikan pengertian pada anak bahwa marah bukanlah hal bagus untuk dilakukan ataupun ditiru. Sehingga mereka tidak menirunya di masa depan. Ingat, cara mendidik anak anda akan menjadi cerminan di masa depan.

Bagaimana jika mereka melakukan sesuatu sehingga membuat kita sangat marah?

Jika si kecil melakukan kesalahan fatal yang membuat kita kehilangan kesabaran, bunda bisa pergi menjauh terlebih dahulu untuk beberapa saat. Menenangkan diri dulu sebelum berbicara dengan mereka adalah hal yang paling disarankan oleh para ahli psikolog. Karena berbicara saat berada pada kondisi emosi tinggi hanya akan membuat pertengkaran lain pecah dengan si kecil.


Related Article